Tampilkan postingan dengan label FISIKA. Tampilkan semua postingan




  • Silahkan yang mau download Materi Fisika Sifat" Gelombang, Efek Doppler, Supersonic dan Infrasonic, Gelombang Radio dan Radar. Semua jadi satu dalam format (.docx)

    klik
    -DOWNLOAD


    Setelah masuk link SolidFiles klik "Direct Download"

    Download Materi FISIKA

    3


  • Gelombang Radio dan Radar



    Gelombang radio merupakan jenis gelombang elektromagnetik yang berfrequensi tinggi berkisar antara 104 Hz sampai 108 Hz. Gelombang Radio terdiri atas osilator (getaran) yang sangat cepat pada medan elektrik dan magnetik.

     Penggolongan Gelombang Radio.


     Menurut Frekuensi


    1.Frekuensi Rendah (LF)

    Memiliki frekuensi 30 KHz s/d 300 KHz. Panjang gelombang 1500 M. Biasa digunakan untuk radio gelombang panjang dan komunikasi jarak jauh.

    2.Frekuensi Sedang (MF)
    Memiliki frekuensi 300 KHz s/d 3 MHz. Gelombang Radio berfrekuensi sedang biasa digunakan untuk sistem komunikasi. Gelombang ini memiliki panjang 300 M. Gelombang ini tidak bisa menembus atmosfer, bahkan pada bagian Ionosfer gelombang tersebut justru dipantulkan kembali sehingga informasi yang dibawa gelombang bisa menuju tempat yang jauh dari pemancar.

    3.Frekuensi Tinggi (HF)

    Memiliki frekuensi 3 MHz s/d 30 MHz. Panjang dari gelombang ini adalah 30 M. Biasa digunakan untuk radio komunikasi jarak pendek, radio amatir, CB.

    4.Frekuensi Sangat Tinggi (VHF)

    Memiliki frekuensi 30 MHz s/d 300 MHz. Panjang gelombang adalah 3 M. Gelombang tidak dapat dipantulkan oleh Ionosfer. Sehingga memiliki jangkauan yang sempit. Dan cocok digunakan untuk komunikasi antar satelit. Agar gelombang ini bisa berjangkauan jauh maka perlu stasiun penghubung (Relai). Biasa digunakan untuk Radio FM, Komunikasi Polisi, Pelayanan Darurat.

    5.Frekuensi Ultra Tinggi (UHF)

    Memiliki frekuensi 300 MHz s/d 3 GHz. Panjang gelombang adalah 30 Cm. Gelombang tidak dapat dipantulkan oleh Ionosfer. Sehingga memiliki jangkauan yang sempit. Dan cocok digunakan untuk komunikasi antar satelit. Agar gelombang ini bisa berjangkauan jauh maka perlu stasiun penghubung (Relai). Biasa digunakan untuk Komunikasi Televisi.

    6.Frekuensi Super Tinggi (SHF)
    Memiliki frekuensi diatas 3 GHz. Panjang gelombang adalah 3 Cm. Biasa digunakan untuk radar, komunikasi satelit, telepon, saluran televisi.


     Menurut Panjang Gelombang
    ü

    1.Gelombang Panjang (1500 M)
    2.Gelombang Sedang (300 M)
    3.Gelombang Pendek (30 M)
    4.Gelombang Sangat Pendek (3 M)
    5.Gelombang Ultra Pendek (30 Cm)
    6.Gelombang Mikro (3 Cm)


     Menurut Sistim Modulasi
    ü

    1.Amplitudo Modulasi (AM)
    Gelombang yang mengalami perubahan amplitudo setiap detiknya. Namun frekuensi pembawa tetap. Gelombang ini dapat dipantulkan oleh Ionosfer sehingga memiliki jangkauan yang luas. Kelebihan AM adalah Jangkauan yang jauh. Sedang kekurangan AM adalah suara yang tidak jelas dan gelombang dipengaruhi keadaan cuaca. Digunakan untuk komunikasi jarak jauh.

    2.Frekuensi Modulasi (FM)
    Gelombang yang mengalami perubahan frequensi setiap detiknya, namun amplitude tetap. Gelombang ini tidak bisa dipantulkan oleh Ionosfer sehingga memiliki jangkauan yang sempit. Agar gelombang ini bisa berjangkauan jauh maka perlu stasiun penghubung (Relai). Kelebihan FM adalah Suara yang jelas dan tidak dipengaruhi keadaan cuaca. Sedang kekurangn AM adalah jangkauan yang sulit. Digunakan untu komunikasi antar satelit dan Radio FM.



    Gelombang Radio sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia terutama dalam membantu komunikasi. Terlebih lagi Gelombang radio merupakan gelombang tinggi yang tidak terlihat, tidak terdengar, dan tidak tampak sehingga tidak mengganggu kehidupan manusia. Namun gelombang radio akan lebih bermanfaat bila digunakan sesuai kegunaanya dalam kebaikan.

    RADAR
    Radar (yang dalam bahasa inggris merupakan singkatan dari Radio Detection and Ranging, yang berarti deteksi dan penjarakan radio) adalah suatu sistem gelombang elektromagnetik yang berguna untuk mendeteksi, mengukur jarak dan membuat map benda-benda seperti pesawat terbang, berbagai kendaraan bermotor dan informasi cuaca (hujan).
    Panjang gelombang yang dipancarkan radar adalah beberapa milimeter hingga satu meter. Gelombang radio/sinyal yang dipancarkan dan dipantulkan dari suatu benda tertentu akan ditangkap oleh radar. Dengan menganalisa sinyal yang dipantulkan tersebut, pemantul sinyal dapat ditentukan lokasinya dan kadang-kadang dapat juga ditentukan jenisnya. Meskipun sinyal yang diterima relatif lemah/kecil, namun radio sinyal tersebut dapat dengan mudah dideteksi dan diperkuat oleh radar.

    Radar adalah deteksi objek sistem yang menggunakan gelombang radio untuk menentukan jangkauan, ketinggian, arah, atau kecepatan benda. Hal ini dapat digunakan untuk mendeteksi pesawat, kapal, pesawat ruang angkasa, peluru kendali, kendaraan bermotor, formasi cuaca, dan medan. Hidangan radar atau antena mentransmisikan pulsa gelombang radio atau gelombang mikro yang memantul dari benda di jalan mereka. Tujuannya mengembalikan sebagian kecil dari energi gelombang untuk hidangan atau antena yang biasanya terletak di tempat yang sama dengan pemancar.

    Radar diam-diam dikembangkan oleh beberapa negara sebelum dan selama Perang Dunia II. The RADAR Istilah ini diciptakan pada tahun 1940 oleh Angkatan Laut Amerika Serikat sebagai akronim untuk radio dan Deteksi Mulai [1]. Radar Istilah sejak memasuki bahasa Inggris dan lainnya sebagai radar kata benda umum, kehilangan kapitalisasi semua.

    Penggunaan modern radar sangat beragam, termasuk kontrol lalu lintas udara, astronomi radar, sistem pertahanan udara, sistem antiroket, radar laut untuk menemukan landmark dan kapal lainnya, sistem pesawat anticollision, sistem pengawasan laut, pengawasan luar angkasa dan sistem pertemuan; meteorologi curah hujan pemantauan, sistem kontrol altimetri dan penerbangan, rudal target yang dipandu mencari sistem, dan radar penembus tanah untuk pengamatan geologi. Tinggi sistem radar berteknologi berhubungan dengan pemrosesan sinyal digital dan mampu untuk penggalian informasi yang berguna dari tingkat kebisingan yang sangat tinggi.

    Sistem lain yang mirip dengan radar memanfaatkan bagian lain dari spektrum elektromagnetik. Salah satu contoh adalah "LIDAR", yang menggunakan cahaya dari laser daripada gelombang radio.

    FISIKA Gelombang Radio dan Radar

    0



  • Ultrasonic dan infrasonic

    Ultrasonik merupakan bunyi yang memiliki frekuensi di atas 20 000 Hz, sedangkan infrasonik merupakan bunyi yang memiliki frekuensi di bawah 20 Hz. Jangan sampai terkecoh dengan istilah supersonik, karena supersonik merupakan pesawat yang memiliki kecepatan di atas kecepatan suara.
    Ada beberapa hewan yang mampu mendengar bunyi ultrasonik seperti anjing yang mampu mendengarkan bunyi pada frekuensi 50 000 Hz dan kelelawar yang dapat mendengar bunyi pada frekuensi 100 000 Hz gelombang ultrasonik biasanya digunakan untuk mengukur kedalaman laut dan mendeteksi janin di dalam rahim ibu.
    Gelombang bunyi infrasonik biasanya disebabkan oleh gempa bumi, halilintar, gunung meletus dan gelombang-gelombang yang disebabkan oleh getaran-getaran dari mesin-mesin berat. Pada getaran mesin berat meskipun tidak dapat didengar oleh manusia, akan tetapi dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh manusia, bisa berupa iritasi organ dalam pada tubuh manusia
    Mengukur kedalaman laut
    Untuk menentukan kedalam laut digunakan sebuah alat yang disebut dengan fathometer, alat ini terdiri dari pemancar yang mengirimkan pulsa gelombang ultrasonik ke dasar laut dan sebaut alat penerima pulsa pantulan gelombang ultrasonik
    Bunyi dapat mengalami pemantulan, pantulan dari bunyi digunakan juga untuk menentukan jarak Sonar (Sound Navigator Ranging) atau pendugaan navigasi dengan bunyi yang dapat digunakan untuk menentukan benda di bawah laut dengan menggunakan teknik pulsa-gema. Sonar biasanya digunakan untuk mendeteksi benda-benda di permukaan laut. Sonar ini biasanya digunakan pada kapal perang atau kapal penyapu ranjau.
    Prinsip penggunaan Sonar adalah dengan mengirimkan pulsa bunyi melalui air, alat pengirim bunyi ini disebut juga dengan transmitter. Kemudian pantulan dari pulsa bunyi akan diterima oleh detektor dalam waktu tertentu. Jika kecepatan bunyi di dalam air diketahui maka kita dapat menentukan jarak pantulan bunyi dengan menggunakan persamaan
    d = (v x t) : 2

    dengan d menyatakan jarak pantulan terhadap pemukaan air, dan v menyatakan kecepatan bunyi pada medidaum air dan Dt merupakan selang waktu antara pengiriman pulsa bunyi hingga diterima lagi oleh detektor. Sehingga dengan menggunakan alat ini dapat menetukan kedalaman laut, lokasi batu karang, kapal selam atau tempat ikan.
    Dengan menggunakan prinsip pemantulan bunyi, dapat pula digunakan untuk menentukan struktur bagian dalam bumi. Analisis dari gelombang yang terpantul pada struktur dan batas bumi akan memunculkan pola karakteristik yang beragam, sehingga dapat digunakan untuk eksplorasi minyak dan mineral.
    Sonar biasanya menggunakan bunyi dengan frekuensi diatas 20 kH atau disebut dengan ultrasonik, dengan menggunakan gelombang ultrasonik maka panjang gelombang yang dihasilkan lebih kecil sehingga mampu mendeteksi benda-benda yang berukuran lebih kecil.
    Ultrasonik dalam bidang kedokteran
    Dalam bidang kedokteran gelombang ultrasonik digunakan untuk pengobatan atau diagnosa. Gelombang ini dapat digunakan untuk merusak jaringan tubuh yang tidak diinginkan seperti tumor dan batu ginjal. Gelombang ultrasonik yang digunakan memiliki intensitas yang tinggi yang bekisar 107 W/m2. Sehingga dengan energi yang besar ini bisa digunakan untuk menghancurkan tumor atau batu ginjal. Penghancuran tumor ini tidak dilakukan sekaligus tetapi secara berulang-ulang untuk menghindari rusaknya jaringan lain. Gelombang ultrasonik dapat juga digunakan untuk memberikan pemanasan lokal dari otot yang luka.
    Gelombang ultrasonik dapat juga digunakan untuk melakukan diagnosis, misalnya untuk mendeteksi adanya tumor, menyelidiki hati, otak maupun liver, dan dapat juga digunakan untuk mendeteksi janin di dalam rahim ibu. Dengan berkembangnya teknologi ternyata dengan mengguankan sinar X dapat lebih akurat dalam mendeteksi janin. Akan tetapi dengan menggunakan gelombang ultrasonik akan memperkecil resiko kerusakan di dalam jaringan tubuh. Sehingga dengan menggunakan gelombang ultrasonik dalam mendeteksi janin akan lebih aman.

    FISIKA Ultrasonic dan Infrasonic

    1



  • EFEK DOPPLER


    Pengertian Efek Doppler. Efek Doppler adalah sesuatu yang terjadi ketika sesuatu yang memancarkan suara atau cahaya bergerak relatif terhadap pengamat. Obyek, pengamat, atau keduanya dapat bergerak, menyebabkan perubahan jelas dalam frekuensi panjang gelombang yang dipancarkan oleh objek. Efek Doppler menjelaskan mengapa klakson mobil sopir keras yang muncul ketika berubah frekuensi karena ia diperbesar dengan kecendrungan di atasnya, dan pemahaman tentang Efek Doppler dapat membantu para ilmuwan membuat berbagai pengamatan tentang dunia di sekitar mereka.
    Efek ini diusulkan dan dijelaskan oleh Christian Doppler pada tahun 1842. Seperti yang sering terjadi, yang pertama di tempat kejadian harus bernama efek, sehingga fenomena ini sekarang dikenal sebagai “Efek Doppler.” Banyak orang yang akrab dengan konsep dasar, bahkan jika mereka tidak begitu mengerti cara kerjanya. Versi pendek dari cerita ini adalah bahwa ketika sebuah objek mendekati pengamat, panjang gelombang yang dikompresi, menyebabkan frekuensi meningkat, dan ketika objek bergerak menjauh, panjang gelombang menyebar, menyebabkan penurunan nilai frekuensi.
    Ketika sebuah benda mendekati pengamat, frekuensi panjang gelombang tampak meningkat, dalam fenomena yang dikenal sebagai blueshifting. Ketika objek bergerak menjauh dari pengamat, frekuensi tampaknya menurun dari perspektif pengamat, dalam situasi yang dikenal sebagai redshifting. Contoh lain yang umum digunakan untuk menggambarkan Efek Doppler adalah sirene kendaraan darurat. Pada saat memasuki kendaraan, lapangan sirene tampaknya berubah, menyebabkan ia terdengar lebih tinggi, dan ketika itu bergerak menjauh, sirene mulai terdengar lebih rendah.
    Ini efek yang menarik tidak hanya menarik untuk mengetahui. Pengetahuan tentang Efek Doppler dapat memungkinkan orang untuk menggunakannya untuk tujuan melakukan pengukuran. Menyadari perubahan frekuensi yang disebabkan oleh Efek Doppler, misalnya, dapat memungkinkan para astronom untuk menentukan seberapa jauh bintang-bintang, dan apakah mereka tumbuh lebih dekat atau lebih jauh relatif terhadap Bumi. Kemampuan untuk memetakan bintang-bintang dengan Efek Doppler telah memungkinkan para astronom untuk mengusulkan sejumlah teori tentang alam semesta, termasuk gagasan bahwa alam semesta secara perlahan berkembang.
    Dalam pengobatan, Efek Doppler digunakan dalam pencitraan medis untuk mengumpulkan data selama studi pencitraan real time. Karena frekuensi panjang gelombang dapat tepat diukur dan dijelaskan dengan peralatan yang tepat, orang bisa menggunakan perubahan frekuensi itu untuk memahami bagaimana sesuatu bekerja, jika mereka tahu persamaan yang tepat untuk digunakan untuk memahami implikasi dari perubahan tersebut. Banyak bidang usaha lain mengambil keuntungan dari Efek Doppler untuk mengumpulkan atau menyebarkan informasi.

    FISIKA Efek Doppler

    0


  • SIFAT – SIFAT GELOMBANG
    A.        Gelombang Memiliki Karakteristik (Ciri - Ciri) Secara Umum :

    1. Dapat Dipantulkan atau Dicerminkan (Refleksi)
                Peristiwa pemantulan gelombang ini telah Anda kenal pada saat mempelajari optik geometri. Di kelas X. Pada peristiwa ini berlaku Hukum Pemantulan menurut Snellius.

    2. Dapat Dibiaskan (Refraksi)
                Pembiasan dapat terjadi ketika gelombang melewati dua medium yang berbeda.

    3. Dapat Dilenturkan (Difraksi)
                Difraksi (lenturan) terjadi ketika gelombang melewati sebuah celah sempit. Peristiwa ini
    akan dibahas lebih lanjut pada pokok bahasan selanjutnya tentang Gelombang Cahaya.

    4. Dapat Digabungkan atau Dipadukan (Interferensi)
                Interferensi gelombang terjadi ketika ada dua buah gelombang yang bersatu (berpadu) sehingga menghasilkan pola interferensi maksimum dan minimum. Peristiwa ini akan dibahas lebih lanjut pada pokok bahasan selanjutnya tentang Gelombang Cahaya.

    5. Dapat Dikutubkan (Polarisasi)
                Polarisasi adalah peristiwa terserapnya sebagian atau seluruh arah getar gelombang. Peristiwa polarisasi ini hanya terjadi pada gelombang transversal. Lebih lanjut dibahas pada pokok bahasan selanjutnya tentang Gelombang Cahaya.

    6. Dapat Diuraikan (Dispersi)
                Mengapa dinding sekolah berwarna hijau? Mengapa langit berwarna biru? Hal ini karena cahaya matahari mengalami gejala dispersi. Cahaya matahari yang Anda lihat berwarna putih, sebenarnya terdiri atas sinar-sinar merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu. Ketika Anda melihat dinding sekolah berwarna hijau, artinya dinding sekolah memiliki kemampuan untuk memantulkan pigmen warna hijau, dan menyerap warna selain hijau
                Demikian juga yang terjadi ketika langit tampak berwarna biru. Ketika Anda melihat whiteboard berwarna putih, artinya seluruh pigmen warna dipantulkan ke mata kita, dan ketika papan tulis berwarna hitam, artinya seluruh pigmen warna diserap oleh papan tulis (tidak ada pigmen warna yang dipantulkan).
    B.        Sifat - Sifat dari Gelombang Bunyi

    1. Gelombang Bunyi Memerlukan Medium Dalam Perambatannya
                Karena gelombang bunyi merupakan gelombang mekanik, maka dalam perambatannya bunyi memerlukan medium. Hal ini dapat dibuktikan saat dua orang astronout berada jauh dari bumi dan keadaan dalam pesawat dibuat hampa udara, astronout tersebut tidak dapat bercakap-cakap langsung tetapi menggunakan alat komunikasi seperti telepon. Meskipun dua orang astronout tersebut berada dalam satu pesawat. Kemampuan medium untuk menggetarkan partikel berbeda – beda bahkan ada medium yang dapat meredam bunyi, misalnya air.

    2. Gelombang Bunyi Mengalami Pemantulan (Refleksi)
                Salah satu sifat gelombang adalah dapat dipantulkan sehingga gelombang bunyi juga dapat mengalami hal ini. Hukum pemantulan gelombang: sudut datang = sudut pantul juga berlaku pada gelombang bunyi. Hal ini dapat dibuktikan bahwa pemantulan bunyi dalam ruang tertutup dapat menimbulkan gaung. Yaitu sebagian bunyi pantul bersamaan dengan bunyi asli sehingga bunyi asli terdengar tidak jelas. Untuk menghindari terjadinya gaung maka dalam bioskop, studio, radio, televisi, dan gedung konser musik, dindingnya dilapisi zat peredam suara yang biasanya terbuat dari kain wol, kapas, gelas, karet, atau besi.

    3. Gelombang Bunyi Mengalami Pembiasan (Refraksi)
                Salah satu sifat gelombang adalah mengalami pembiasan. Peristiwa pembiasan dalam kehidupan sehari-hari misalnya pada malam hari bunyi petir terdengar lebih keras daripada siang hari. Hal ini disebabkan karena pada pada siang hari udara lapisan atas lebih dingin daripada di lapisan bawah. Karena cepat rambat bunyi pada suhu dingin lebih kecil daripada suhu panas maka kecepatan bunyi di lapisan udara atas lebih kecil daripada di lapisan bawah, yang berakibat medium lapisan atas lebih rapat dari medium lapisan bawah. Hal yang sebaliknya terjadi pada malam hari. Jadi pada siang hari bunyi petir merambat dari lapisan udara atas ke lapisan udara bawah.
                Jika bunyi datangnya merambat vertikal ke bawah, pada malam hari, arah rambat bunyi dibiaskan mendekati garis normal. Sebaliknya, pada siang hari arah rambat bunyi dibiaskan menjauhi garis normal. Sesuai dengan hukum pembiasan gelombang bahwa gelombang datang dari medium kurang rapat ke medium lebih rapat akan dibiaskan mendekati garis normal atau sebaliknya.

    4. Gelombang Bunyi Mengalami Pelenturan (Difraksi)
                Gelombang bunyi sangat mudah mengalami difraksi karena gelombang bunyi di udara memiliki panjang gelombang dalam rentang sentimeter sampai beberapa meter. Difraksi adalah peristiwa pelenturan gelombnag ketika melewati celah, yang ukuran celahnya se- orde dengan panjang gelombangnya. Seperti yang kita ketahui, bahwa gelombang yang lebih panjang akan lebih mudah di difraksikan. Peristiwa difraksi terjadi misalnya saat kita dapat mendengar suara mesin mobil di tikungan jalan walaupun kita belum melihat mobil tersebut karena terhalang oleh bangunan tinggi di pinggir tikungan.

    5. Gelombang Bunyi Mengalami Perpaduan (Interferensi)
                Gelombang bunyi mengalami gejala perpaduan gelombang atau interferensi, yang dibedakan menjadi dua yaitu interferensi konstruktif atau penguatan bunyi dan interferensi destruktif atau pelemahan bunyi. Misalnya waktu kita berada diantara dua buah loud-speaker dengan frekuensi dan amplitudo yang sama atau hampir sama maka kita akan mendengar bunyi yang keras dan lemah secara bergantian.
    6. Gelombang Bunyi Mengalami Pelayangan Bunyi
                Interfensi yang ditimbulkan dari dua gelombang bunyi dapat menyebabkan peristiwa pelayangan bunyi, yaitu penguatan dan pelemahan bunyi. Hal tersebut terjadi akibat superposisi dua gelombnag yang memiliki frekuensi yang sedikit berbeda dan merambat dalam arah yang sama. Jika kedua gelombang bunyi tersebut merambat bersamaan, akan menghasilkan bunyi paling kuat saat fase keduanya sama. Jika kedua getaran berlawanan fase, akan menghasilkan bunyi paling lemah.
    C.           Sifat  - Sifat  dari Gelombang Cahaya
    1.      Gelombang Cahaya Mengalami Interferensi
                Gelombang cahaya seperti halnya gelombang bunyi yaitu dapat berinteferensi. Untuk mendapatkan inteferensi cahaya pun diperlukan sumber cahaya yang koheren, yaitu sumber cahaya yang memiliki frekuensi sama, dan beda fase tetap. Sumber cahaya yang koheren dapat diamati dari percobaan yang dilakukan oleh Young dan Fresnell. Interferensi cahaya dapat menghasilkan pola gelap terang. Pola gelap dihasilkan dari interferensi destruktif (saling melemahkan) akibat penggabungan dua gelombang yang memiliki fase berlawanan. Pola terang dihasilkan dari interferensi konstruktif (saling menguatkan) akibat penggabungan dua gelombang yang memiliki fase yang sama.
    2. Gelombang Cahaya Mengalami Difraksi
                Difraksi gelombang adalah proses pembelokan gelombang yang disebabkan oleh adanya penghalang berupa celah atau sudut penghalang yang menghalangi sebagian muka gelombang. Difraksi cahaya juga terjadi pada celah sempit yang terpisah sejajar satu sama lain pada jarak yang sama. Celah sempit itu disebut kisi difraksi. Semakin banyak celah pada sebuah kisi, semakin tajam pola difraksi yang dihasilkan pada layar. Difraksi maksimum terjadi jika pada layar tampak garis – garis terang. Pola difraksi yang dibentuk juga oleh sebuah celah bulat terdiri atas bentuk terang pusat yang dikelilingi cincin terang dan gelap.
    3. Gelombang Cahaya Mengalami Polarisasi
                Polarisasi adalah proses penyaringan arah getar suatu gelombang. Alat untuk meyaring arah getar ini disebut polaroid. Salah satu contohnya adalah kristal. Polarisasi juga terdapat pada pemantulan dan pembiasan, dan pada pembiasan ganda. Penyerapan dan pemantulan kembali cahaya oleh partiket disebut hamburan. Jika cahaya tidak terpolarisasi datang pada suatu medium (gas), cahaya yang dihamburkan dapat terpolarisasi sebagian atau seluruhnya. Arah polarisasi sedemikian rupa sehingga tegak lurus terhadap bidang yang dibentuk oleh garis sinar datang dan garis penglihatan.
    D.      Sifat - Sifat Gelombang Elektromagnetik
    1)      Perubahan medan listrik dan medan magnet terjadi pada saat yang bersamaan.
    2)     Arah medan listrik dan medan magnet saling tegak lurus.
    3)     Kuat medan listrik dan magnet besarnya berbanding lurus satu dengan yang lain, yaitu menurut hubungan E = c . B.
    4)     Arah perambatan gelombang elektromagnetik selalu tegak lurus arah medan listrik dan medan magnet.
    5)     Gelombang elektromagnetik dapat merambat dalam ruang hampa.
    6)     Gelombang elektromagnetik merambat dengan laju yang hanya bergantung pada sifat-sifat listrik dan magnet medium.
    7)     Laju rambat gelombang elektromagnetik dalam ruang hampa merupakan tetapan umum dan nilainyac = 3 x 108 m/s.
    8)    Gelombang elektromagnetik adalah berupa gelombang transversal.
    9)     Gelombang elektromagnetik dapat mengalami proses pemantulan, pembiasan, polarisasi, interferensi, dan difraksi (lenturan).

    FISIKA Sifat-sifat Gelombang

    0
  • FISIKA LISTRIK DINAMIS DAN STATIS




    Pengertian Arus Listrik


     

    Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir dalam suatu penghantar per satuan waktu.
    Secara matematis dinyatakan sebagai :







    dengan:
    Q= muatan listrik ( Coulomb)
    t=waktu ( detik)
    I= Kuat arus listrik(Ampere)
    Arus listrik di dalam suatu rangkaian hanya dapat mengalir di dalam suatu rangkaian tertutup.








    Arah aliran elektron  dari potensial rendah (kutub  – ) ke potensial tinggi ( kutub + ).


    •Alat untuk mengukur kuat arus listrik adalah amperemeter atau ammeter.
    •Amperemeter disusun seri dengan komponen yang akan diukur kuat arusnya.

     



    Sekering adalah alat untuk  membatasi kuat arus listrik maksimum yang mengalir.



    Sumber Tegangan
    Supaya arus listrik dapat terus mengalir dalam suatu penghantar, maka pada ujung – ujung penghantar itu harus selalu ada beda potensial.

    Alat yang dapat mengadakan selisih atau beda potensial disebut sumber tegangan atau sumber arus listrik.

    SUMBER : http://blog.uad.ac.id/riadwi/category/materi-fisika-kelas-9-smp/

      LISTRIK STATIS

    Pada saat hujan turun, pernahkah kamu melihat petir? Petir adalah peristiwa alam yang sangat berbahaya dan ditakuti semua orang, karena petir menimbulkan kilatan cahaya yang diikuti dengan suara dahsyat di udara. Apabila seseorang tersambar petir, maka tubuh orang tersebut akan terbakar. Akibat berbahayanya petir, maka gedung-gedung bertingkat yang cukup tinggi dilengkapi dengan penangkal petir. Apa yang menyebabkan terjadinya petir? Mengapa gedung-gedung bertingkat yang tinggi dilengkapi dengan penangkal petir? Temukan jawabannya dengan mempelajari materi ini.

    A.     Susunan Atom
    Thales Militus, seorang ilmuwan Yunani, menemukan gejala listrik yang diperoleh dengan menggosok batu ambar, yang dalam bahasa Yunani disebut elektron.
    Setelah digosok ternyata batu ambar tersebut dapat menarik benda-benda kecil yang berada di dekatnya. Sifat seperti ini dalam ilmu listrik disebut elektrifikasi. Listrik yang terjadi pada batu ambar yang digosok disebut listrik statis yaitu listrik yang tidak mengalir.

    Teori Atom
    Suatu zat terdiri atas partikel-partikel kecil yang disebut atom. Atom berasal dari kata atomos, yang artinya tidak dapat dibagi-bagi lagi. Tetapi, dalam perkembangannya ternyata atom ini masih dapat diuraikan lagi.

    Atom terdiri atas dua bagian, yaitu inti atom dan kulit atom. Inti atom bermuatan positif, sedangkan kulit atom terdiri atas partikel-partikel bermuatan negatif yang disebut elektron.
    Inti atom tersusun dari dua macam partikel, yaitu proton yang bermuatan positif dan netron yang tidak bermuatan(netral).
    Suatu atom dikatakan netral apabila di dalam intinya terdapat muatan positif(proton) yang jumlahnya sama dengan muatan negatif (elektron) pada kulitnya.
    Suatu atom dikatakan bermuatan positif apabila jumlah muatan positif(proton) pada inti lebih banyak daripada muatan negatif(elektron) pada kulit atom yang mengelilinginya.
    Suatu atom dikatakan bermuatan negatif apabila jumlah muatan positif(proton) pada inti lebih sedikit daripada jumlah muatan negatif(elektron) pada kulit atom.
    Atom yang paling sederhana adalah atom hidrogen yang hanya tersusun atas 1 proton dan 1 elektron. Karena jumlah proton dan elektronnya sama, maka atom hidrogen dikatakan sebagai atom netral.
    Atom helium terdiri atas 2 proton, 2 netron dan 2 elektron. Karena jumlah proton dan jumlah elektronnya sama, maka atom helium juga dikatakan sebagai atom netral.
    B.     Muatan Listrik
    Menurut Benyamin Franklin, ada dua muatan lisrik :
    1.      Muatan listrik positif
    2.      Muatan listrik negatif

    Sifat Muatan Lisrik 
    1. Dua muatan yang sejenis apabila didekatkan maka akan tolak menolak
    2. Dua muatan yang tidak sejenis apabila didekatkan maka akan tarik menarik

    C.     Interaksi Benda Bermuatan Listrik
    1.      Ketika penggaris plastik digosok dengan kain wool, maka elektron-elektron dari kain wool berpindah ke penggaris plastik, sehingga penggaris plastik tersebut bermuatan listrik negatif.

    2.      Ketika ebonit digosok dengan kain wool, maka elektron-elektron dari kain wool berpindah ke ebonit, sehingga ebonit tersebut bermuatan listrik negatif.
    3.      Ketika batang kaca digosok dengan kain sutera, elektron-elektron pada batang kaca tersebut berpindah ke kain sutera, sehingga batang kaca bermuatan positif
    D.     Hukum Coulomb
    Pada tahun 1785, Charles Agustin Coulomb menemukan hukum dasar tentang gaya listrik antara dua partikel yang bermuatan.
    Hasil penelitiannya dikenal dengan Hukum coulomb, yang berbunyi :
    “Besarnya gaya tarik menarik atau tolak menolak antara dua benda bermuatan listrik sebanding dengan besar muatan masing-masing dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda”.
    Secara matematis Hukum Newton dituliskan :
    Keterangan :
    F                    = Gaya tarik/tolak dua buah muatan (N)
    k                     = Konstanta (9.109 N.m2/C2)
    Q1, Q2            = muatan listrik (C)
    r                     = jarak antara dua muatan (m)
    E.      Induksi Listrik
    Induksi listrik adalah peristiwa pemisahan muatan pada suatu benda karena pada benda tersebut didekati benda lain yang bermuatan listrik.
    Contoh :
    Benda netral didekati benda bermuatan negatif, maka muatan-muatan negatif benda netral tertolak menjauh, sedangkan muatan-muatan positif mendekati benda yang menginduksi.
    Benda netral didekati benda bermuatan positif, maka muatan-muatan positif benda netral tertolak menjauh, sedangkan muatan-muatan negatif mendekati benda yang menginduksi.
    F.      Elektroskop
    Elektroskop adalah alat yang dapat digunakan untuk mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada suatu benda.
    Prinsip kerja elektroskop berdasarkan induksi listrik, yaitu jika sebuah benda bermuatan listrik disentuhkan kepala elektroskop maka muatan yang sejenis dengan benda bermuatan listrik tadi akan ke daun elektroskop. Akibatnya kedua daun elektroskop akan bermuatan sejenis sehingga tolak menolak(daun elektroskop membuka)
    G.     Medan Listrik
    Medan listrik adalah daerah di sekitar benda  bermuatan listrik yang masih dipengaruhi oleh
    gaya listrik. Medan listrik digambarkan dengan garis-garis gaya listrik.
    Sifat-sifat garis gaya listrik 
    1. Garis gaya listrik berasal dari muatan positif menuju muatan negatif
    2. Garis gaya listrik tidak pernah berpotongan
    3. Semakin rapat garis gaya listrik,  semakin kuat medan listriknya

    Untuk menghitung kuat medan listrik digunakan persamaan : 
    E    = Kuat medan listrik (N/C)
    F    = Gaya coulomb (N)
    Q    = muatan listrik (C)
    SUMBER : http://arfi9ismp15bdg.blogspot.com/2012/08/listrik-statis-fisika.html#!/2012/08/listrik-statis-fisika.html

    FISIKA (Materi Listrik Statis dan Dinamis)

    0
  • FISIKA KLASIK DAN FISIKA MODERN


    Fisika klasik adalah fisika yang didasari prinsip-prinsip yang dikembangkan sebelum bangkitnya teori kuantum, biasanya termasuk teori relativitas khusus dan teori relativitas umum. Pendewasaan fisika klasik. bagi pengembangan teori tentang asal-usul jagat raya ini. Tampaknya pada masa kehidupan Sir Isaac Newton di abad ke-17 kedua pertanyaan itu belum menjadi amunisi dalam aktualisasinya, tetapi aktualisasi kreativitasnya lebih dicurahkan pada upaya mengkonstruksi hukum-hukum tentang gerak berdasarkan dokumen tertulis dari Galileo dan Keppler. Pernyataan bagi realitas gerak suatu benda memerlukan dimensi ruang dan waktu, yaitu berapa lama waktu yang diperlukan benda tersebut untuk menempuh suatu jarak perpindahan tempat. Walaupun sudah terbiasa dengan gejala fisis seperti itu, tetapi dapat saja timbul pertanyaan mana yang lebih dulu harus dikonsepkan: [1] apakah benda harus terlebih dahulu tercipta, kemudian disediakan ruang dan waktu ? [2] ataukah ruang dan waktu terlebih dahulu tercipta kemudian benda ditempatkan di dalamnya ?. Pertanyaan ini pada awal abad ke-20. Dalam mekanika klasik dimana besaran amplitudo tidak terbatas (kontinu) dan perilaku materi serta energi pada skala makro dengan kecepatan yang masih dapat dijangkau oleh indera. Fisika modern merupakan salah satu bagian dari ilmu Fisika yang mempelajari perilaku materi dan energi pada skala atomik dan partikel-partikel subatomik atau gelombang. Pada prinsipnya sama seperti dalam fisika klasik, namun materi yang dibahas dalam fisika modern adalah skala atomik atau subatomik dan partikel bergerak dalam kecepatan tinggi. Untuk partikel yang bergerak dengan kecepatan mendekati atau sama dengan kecepatan cahaya, perilakunya dibahas secara terpisah dalam teori relativitas khusus. Ilmu Fisika Modern dikembangkan pada awal abad 20, dimana perumusan-perumusan dalam Fisika Klasik tidak lagi mampu menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi pada materi yang sangat kecil. Fisika Modern diawali oleh hipotesa Planck yang menyatakan bahwa besaran energi suatu benda yang beosilasi(osilator) tidak lagi bersifat kontinu, namun bersifat diskrit (kuanta), sehingga muncullah istilah Fisika Kuantum dan ditemukannya konsep dualisme partikel-gelombang. Konsep dualisme dan besaran kuanta ini merupakan dasar dari Fisika Modern. Dalam hal ini dibahas konsep, hipotesa dan eksperimen yang menjadikan landasan pengembangan fisika modern serta penerapan fisika modern, dalam berbagai bidang seperti kedokteran, telekomikasi, dan industri.
    KONSEP FISIKA MODERN
    Fisika Modern secara umum dibagi menjadi dua bagian pembahasan yaitu Teori kuantum lama dan Teori Kuantum Modern. Teori Kuantum lama memperkenalkan besaran-besaran fisika, seperti energi merupakan besaran diskrit bukan besaran kontinu seperti halnya dibahas dalam mekanika klasik. Teori kuantum lama diawali oleh hipotesa Planck yang menyatakan bahwa energi yang dipancarkan oleh sumber (berupa osilator) bersifat kuanta/diskrit karena hanya bergantung pada frekuensinya bukan pada amplitudo seperti dalam mekanika klasik dimana besaran amplitudo tidak terbatas (kontinu). Pada tahun 1900 Max-Planck merumuskan besaran energi yang bersifat diskrit dalam merumuskan energi yang dipancarkan oleh benda hitam yaitu :
    E =nhf
    dimana n = 1, 2, 3, ... dan h = 6,626 x 10-34 Joule/detik (konstanta Planck).
    Albert Einstein pada tahun 1905 menggunakan konstanta Planck dalam merumuskan energi yang dipancarkan oleh berkas cahaya/foton (penemuan efek fotolistrik). Konsep yang paling mendasar dalam fisika modern adalah konsep dualisme Partikel(materi) dan gelombang, dimana partikel berperilaku sebagai gelombang dan gelombang berperilaku sebagai partikel. Konsep ini sangat penting karena perilaku partikel dan gelombang semuanya sudah dipelajari dan diamati di fisika klasik. Konsep dualisme partikel-gelombang ini diamati oleh 2(dua) eksperimen yaitu efek fotolistrik oleh Albert Einstein dan eksperimen difraksi partikel/elektron oleh G.P. Thomson dan Davison Germer.

    FISIKA MODERN dan FISIKA KLASIK

    0
  • - Copyright © 2013 Veronia Rebirth - K-ON!! - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -